Skip to main content

Posts

Showing posts from April 4, 2011

Materi Database Pertemuan 6 (DML) Select lanjut

Pertemuan ke 6 DBA - Select Lanjutan

1. buat 3 tabel pada user si_perpus - isi masing2x tabel dengan 10 record / data

- peminjam (NIM(pk), nama, alamat, jurusan)

- buku (kode(pk), judul, pengarang, penerbit)

- transaksi (kd(pk), kode, NIM, tanggal_pinjam)



2. Seleksi data dengan menggunakan fungsi 'AND'

di pergunakan untuk filter data / menyeleksi data

kasus - Cari peminjam dengan alamat sidoarjo dan jurusan TI

peritnah -> SELECT * FROM peminjam

WHERE alamat LIKE 'sidoarjo' AND jurusan LIKE 'TI';

- Cari buku dengan pengarang dan penerbit tertentu

perintah -> SELECT * FROM pengarang

WHERE pengarang LIKE 'ami%' AND penerbit LIKE '%gra%';

- Cari transaksi dengan peminjaman diantara tanggal 10 dan 20

peritnah -> SELECT * FROM peminjaman

WHERE tanggal_pinjam > '09/04/2011' AND tanggal_pinjam < '21/04/2011'



3. Urutkan data berdasarkan kriteria tertentu dengan 'ORDER BY'

di per…

Rajawali Emas 12 - Kho Ping Hoo

Mendengar ucapan Li Eng dan melihat sikap dua orang gadis yang menantang itu, Sin- toa-to Liong Ki Nam yang berangasan itu tak dapat menahannya lagi. Ia melangkah maju dan membentak, "Bocah cilik, kalian sombong sekali! Lebih baik lekas kau berlutut dan mentaati perintah Pangeran, jangan sampai membuat guru besarmu ini marah dan kehabisan kesabaran, lalu turun tangan kepadamu.

Li Eng adalah seorang yang juga m.emiliki kekerasan hati. Dengan mata berkilat ia memandang Liong Ki Nam, lalu mengeluarkan dengus mengejek dan berkata, "Keledai sombong! Keluarkan golok babimu itu, kutanggung dalam beberapa jurus kau akan minta ampun kepadaku!"

Berdiri alis Liong Ki Nam. "Keparat, gadis liar! Kau tidak tahu siapa aku? Akulah Sin- toa-to Liong, Ki Nam! Golok saktiku ini kalau sudah kucabut harus membikin melayang jiwa orang, dan kau berani menyebutnya golok babi?"

"Hi-hik, mungkin untuk menyembelih babi juga kurang tajam. Entah …

Rajawali Emas 11 - Kho Ping Hoo

"Li Eng, Hui Cu, sudah cukup, mundurlah!" Kun Hong membentak, kuatir kalau-kalau kedua orang gadis itu akan turun tangan terus dan membunuh orang.

Sambil tertawa-tawa Li Eng menarik kembali sabuknya dan Hui Cu juga tidak menyerang terus, membiarkan lawannya mundur dengan muka merah padam kemalu- maluan. Terdengar seruan-seruan memuji dari para pengemis dan tahulah mereka bahwa dua orang gadis keponakan "ketua baru" itu benar-benar lihai sekaii, apalagi gadis lincah yang bersenjata sabuk hitam.

"Hwa-i Lok-kai mengandalkan tenaga dari luar menghina anak buah sendiri, benar-benar bagus!" terdengar beberapa suara orang dan ternyata yang mengeluarkan suara ini adalah para pemimpin perkumpulan pengemis baju hijau dan baju merah. "Saudara-saudara, kita

golongan pengemis harus diketuai oleh pengemis pula, mana bisa dipimpin oleh seorang sastrawan muda jembel? Yang tidak puas dengan pimpinan Hwa-i Kai-pang, bole…