Skip to main content

Posts

raja-pedang-52-kho-ping-hoo

Dua orang muda itu narnpak ragu-ragu mendengar ucapan gadis yang mere-ka cinta ini. Akan tetapi mereka jerih untuk menyerang musuh yang begitu banyaknya, pula, mereka dapat berbuat apakah dengan adanya lawan yang selain banyak juga sakti-sakti itu? Setelah Pangeran Mongol ini sekarang menjanjikan kebebasan dan diri Kwa Hong kepada pemenang, bukankah ini jalan satu-satu-nya untuk dapat bebas bagi mereka, setidak-tidaknya bagi dua orang di antara mereka? "Sumoi, urusan dirimu di antara kami memang tak pernah akan beres tanpa ada keputusan terakhir. Salah seorang di antara kami harus mati lebih dulu agar yang hidup dapat memperoleh dirimu," kata Thio Ki dengan suara tegas. "Kui Lok, kau mulailah!" Kui Lok meragu sejenak, akan tetapi segera dia memandang kepada Kwa Hong dan berkata, "Adik Hong, kalau aku yang kaJah dan mati, biarlah kau hidup bahagia dengan Suheng." Setelah berkata demikian pedangnya menyambar dan dia sudah mulai membuka serangan. Thio Ki ce...

raja-pedang-51-kho-ping-hoo

Karena Hek-hwa Kui-bo sendiri maklum bahwa pemuda itu adalah seorang ahli waris Im-yang Sin-kiam, sekarang melihat pertempuran sudah berhenti dan para serdadu sudah lari cerai-berai, apa-lagi Siauw-ong-kwi sudah pergi juga, ia merasa tidak ada harapan kalau harus mengamuk seorang diri. "Bocah, kalau memang kau ada kepandaian, kelak di Thai-san kita bertemu pula!" kat jnya gemas dan sekali berkelebat, nenek itu sudah pergi menyusul muridnya dan yang lain-lain, yang sudah lari lebih dahulu. Hebat sekali akibat pertempuran itu. Banyak sekali, lebih dari empat puluh orang tosu Hoa-san-pai, menggeletak mati atau terluka. Juga ada beberapa belas orang Pek-lian-pai terluka dan serdadu-serdadu itu meninggalkan mayat dan teman-teman terluka sebanyak tujuh puluh orang lebih. Di tempat itu penuH dengan mayat dan orang-orang ter'uka, darah mewarnai rumput dan tanah, me-ngerikan sekali. Lian Bu Tojin masih duduk bersila meramkan mata, terluka hebat dan juga mendapat guncangan ba-tin ...

raja-pedang-50-kho-ping-hoo

"Nona Lee..... eh, Siok-moi..... aku....? Mendengar suara ini Lee Giok tidak pedulikan semua orang dan cepat berlutut, kau hati-hatilah..... mereka sudah tahu..... sudah mulai curiga..... kita sudah mereka ketahui..... awas..... lekas peringatkan dia....." "Siapa?" Lee Giok bertanya, suaranyaa tergetar, air matanya mengucur deras. "Ji-enghiong...,." "Siapa dia? Siapakah Ji-enghiong? Kau lekas katakan, aku sendiri sampai sekarang belum tahu siapa Ji-enghiong. Lekas katakan....." "Dia..... dia..... ahhhhh....;11' Kwett Sin tak dapat melanjutkan kata-katanya karena sudah kehilangan nyawanya. Lee Giok memeluk dan menangis tersedu-sedu, tak peduli bahwa darah dari ieher Kwee Sin membasahi muka dan pakaian-nya. Semua orang terharu juga melihat ini dan tak terasa air mata Sian Hwa juga menjadi basah. Pek Gan Siansu tidak tega hatinya. "Lim Kwi, kaurawatlah baik-baik jenazah Kwee Sin. Biarpun dia bukan muridku lagi tapi....." Lim ...