Skip to main content

Posts

Pendekar Buta 36 -> karya : kho ping hoo

Bagaimana akibatnya kalau para ningrat dan pembesar sudah tenggelam ke dalam gelombang perbuatan maksiat? Celakalah! Negara akan menjadi lemah, rakyat akan menjadi sengsara. Tanda-tanda tentang keadaan para pembesar yang demikian itu, selalu dapat dilihat dari keadaan di kota raja. Apabila seorang pembesar, baik dia berkedudukan tinggi sekali ataupun hanya rendahan, tenggelam dan mabuk akan kemewahan, itulah tanda bahwa pertahanan batinnya menjadi lemah dan dia akan mudah tergelincir ke dalam tindakan maksiat. Dan segala macam tindakan maksiat di dunia ini mempunyai pengaruh seperti madat. Diberi satu ingin dua, mendapat dua ingin empat dan seterusnya, tak kenal puas tak kenal kenyang. Sekali seorang manusia mabuk akan kedudukan, biar dia sudah menjadi kaisar sekalipun, dia akan merasa tak puas dan iri melihat kaisar-kaisar di negara lain yang lebih besar kedudukannya, dan andaikata dia sudah menjadi kaisar yang paling tinggi kedudukannya di dunia, agaknya dia masih akan mengiri akan k...

Pendekar Buta 35 -> karya : kho ping hoo

Nagai Ici tertawa. Dia sebetulnya seorang yang berwatak pendiam dan serius (sungguh-sungguh), akan tetapi berhadapan dengan dara lincah seperti ini mau tak mau bangkit kegembiraannya, sepasang matanya yang biasanya tenang dan tajam itu kini bersinar-sinar, wajahnya yang gagah tampan berseri-seri. "Hayo, kau mau bilang apa lekas bilang sebelum pedangku bicara, jangan cuma cengar-cengir seperti kunyuk mencium cuka!" Loan Ki membentak lagi. Dasar gadis lucu jenaka, sedang marah pun lucu, sama sekali tidak membuat orang takut. "Nona....... besar, maksudku....... eh, apa perlunya "kita mengadu senjata? Senjata pedang adalah benda tajam yang berbahaya, bagaimana kalau sampai melanggar tubuh? Lebih baik kita mengadu kepandaian dengan tangan kosong saja." "Ihhh, siapa sudi? Tadi sudah kulihat bahwa hanya dengan pedangmu yang bengkok itu kau pandai berkelahi. Kalau bertangan kosong, kau hanya mengandalkan cengkeraman dan tangkapan. Mana aku sudi bersentuh tangan de...

Pendekar Buta 34 -> karya : kho ping hoo

Dengan senyum mengejek pemuda Jepang itu membalikkan tubuh menghadapi ketua Hui-hauw-pang, membungkuk dengan caranya yang dalam pandangan Loan Ki amat lucu itu dan berkata, "Hui-houw-pangcu Lauw Teng. Kau menyanggupi syarat tiga macam, yang dua sudah kau penuhi, terima kasih. Tinggal sebuah syarat lagi, kalau ini kau penuhi, aku Nagai Ici Si Samurai Merah berjanji akan suka menjadi muridmu atau pembantumu." "Hemm, kau katakan lekas, apa syarat ke tiga itu?" "Kau dan anak buahmu bukanlah manusia baik-baik. Orang macam kau ini mana patut menjadi guruku? Andaikata kau sepuluh kali lebih pandai sekalipun, tidak sudi aku menjadi murid seorang penjahat keji yang suka menculik gadis dan merampok harta orang lain. Lauw Teng, dengarlah. Syaratku ketiga adalah kalau kau bisa menangkan samuraiku dan bisa memenggal batang leherku, baru aku suka menjadi murid atau pembantumu." Loan Ki di atas pohon terkikik menahan tawa. Geli hatinya melihat Lauw Teng si gendut yang me...

Pendekar Buta 33 -> karya : kho ping hoo

Laki-laki Jepang itu tertawa pendek, lalu menepuk dada dengan tangan kiri dan menepuk gagang pedangnya dengan tangan kanan "HuH, kiranya kalian ini hanya ular-ular tanah biasa. Wah, memang nasibku, jauh-jauh datang dari negeriku untuk mencari guru yang pandai di sini, kiranya yang kujumpai sama sekali bukan guru-guru pandai, melainkan penjahat-penjahat biadab. Eh, Lauw Teng, tentang menangkap aku menjadi tawanan mudah saja, akan tetapi katakan dulu siapakah wanita-wanita itu dan mengapa kau menculiknya? Seorang laki-laki harus berani mempertanggung jawabkan perbuatannya." Lauw Teng tertawa bergelak. Agaknya ucapan ini menggelikan hatinya. Dia mengangkat dada dan berkata, "Orang gila... dengarlah baik baik. Memang pekerjaan kami adalah penjaga gunung dan hutan, akan tetapi bukanlah, tukang-tukang menculik gadis-gadis cantik. Ketahuilah, gadis-gadis ini akan kami bawa ke kota raja, karena kaisar baru sedang mengadakan pemilihan gadis-gadis cantik untuk menambah jumlah seli...

Pendekar Buta 32 -> karya : kho ping hoo

Loan Ki adalah seorang gadis yang berdarah perantau. Tak dapat ia bertahan untuk terlalu lama tinggal di rumah. Semenjak kecil sudah biasa ia melakukan perjalanan jauh, merantau bersama ayahnya. Bahkan semenjak ia berusia lima belas tahun, ketika ayahnya menganggap bahwa ilmu kepandaiannya sudah cukup tinggi, dara lincah ini sudah melakukan perantauan seorang diri! Telah dituturkan di bagian depan betapa Pek-tiok-lim, tempat tinggal Tan Beng Kui di tepi laut Po-hai, didatangi Song-bun-kwi sehingga menimbulkan kekacauan, malah beberapa orang anak buah Pek-tiok-lim tewas dan akhirnya oleh kecerdikan dan kepandaian bicara Loan Ki, Song-bun-kwi suka pergi dari tempat itu. Tan Beng Kui adalah seorang yang memiliki ambisi (cita-cita) besar. Di dalam cerita Raja Pedang dan Rajawali Emas dapat kita baca betapa beberapa kali tokoh ini berusaha untuk mencari kedudukan tinggi, akan tetapi selalu usahanya hanya gagal. Sekarang, biarpun usianya sudah agak tua, ketika dia mendengar tentang perebutan...