Skip to main content

Posts

Pendekar Buta 7 -> karya : kho ping hoo

Pendeta itu tertawa bergelak dan Kun Hong tentu saja tidak tahu betapa hwesio ini dengan kedipan matanya memberi isyarat kepada orang-orang yang berada di situ. Kemudian bertanya, "Orang muda, biarpun matamu buta tapi hatimu melek. Tentu saja pinceng tidak mau memaksa kalau kau tidak menghendaki perkelahian. Akan tetapi kau datang di sini menimbulkan keributan, apa sih yang kau inginkan sekarang?" "Maaf, Lo-suhu. Sama sekali saya tidak bermaksud mengadakan keributan. Semua yang dilontarkan kepada saya dan nona Hui Kauw ini adalah fitnah belaka. Tidak ada yang saya kehendaki kecuali agar orang tidak membunuh nona Hui Kauw, membiarkan saya mengobatinya sampai sembuh kemudian memberi kebebasan kepada saya dan nona Loan Ki untuk meninggalkan pulau ini dengan aman." Kembali Ka Chong Hoatsu mengedipkan matanya kepada Ching-toanio dan yang lain-lain, kemudian dia tertawa lagi. "Omitohud, kiranya sahabat muda yang lihai pandai pula ilmu pengobatan. Nona itu kulihat ama...

Pendekar Buta 6 -> karya : kho ping hoo

menafsirkan tentang cinta kasih. Ia tidak ingat bahwa untuk dirinya sendiri pun Kun Hong membela mati-matian. Sekarang, melihat Kun Hong membela seorang gadis lain, ia menjadi iri hati, bukan cemburu karena pada saat itu ia tidak tahu apakah ia mencinta si buta ini ataukah tidak. Pendeknya, hatinya tidak senang melihat Kun Hong membela Hui Kauw, apalagi melihat betapa si buta itu memondong tubuh nona yang sudah pingsan itu. Maka ia lalu mendekati, menegur dan menotok roboh Kun Hong dengan maksud menghentikan usaha Kun Hong membela Hui Kauw. Tentu saja Kun Hong terkejut bukan main. Sama sekali dia tidak pernah mengira bahwa Loan Ki akan berbuat seperti itu dan inilah sebabnya pula dia mudah dirobohkan. Dia sama sekali tidak pernah menduga dan karena itu tidak berjaga diri terhadap Loan Ki. Kini setelah roboh dan tak berhasil memulihkan tenaga, dia terkejut dan terheran-heran, namun tidak khawatir karena maklum bahwa tidak akan ada hal yang lebih hebat daripada kematian, sedangkan kemati...

Pendekar Buta 5 -> karya : kho ping hoo

Kun Hong berdebar hatinya. Nona ini amat dekat dengannya, hanya terpisah batang pohon. Pernapasannya saja terdengar olehnya, napas yang panjang-panjang dan halus sungguhpun desir napas itu menyatakan bahwa orangnya mengalami kelelahan. Tidak aneh setelah bermain pedang mempergunakan tenaga Iweekang seperti itu. Nona itu mencabut pedang yang tadi dilontarkan menancap pada pohon. Dari suara cabutan ini dengan kagum sekali Kun Hong mendapat kenyataan bahwa pedang itu menancap setengahnya lebih ke dalam batang pohon, hal yang membuktikan lagi akan hebatnya tenaga Iweekang nona ini. Dengan langkah gontai, seperti langkah seorang yang baru sembuh daripada penyakit yang lama diderita, lemas dan lesu dengan kaki diseret nona itu meninggalkan pohon, kembali ke tempat tadi. Lalu terdengar oleh Kun Hong betapa dara itu duduk, menggerak-gerakkan tangan agaknya menyusut peluh dengan saputangan sutera yang dia dengar tadi di antar datang oleh A Man, Setelah itu gadis itu minum lambat-lambat, dengan ...