“Suhu, sebetulnya suhu The Bok Nam juga sudah mengangkat teecu sebagai murid dan hendak menurunkan Yang sin kiam, akan tetapi.... Teecu tidak tega meninggalkan suhu seorang diri....” “Bagus! Anak bodoh, kenapa tidak bilang dari kemarin? Hayo kau lekas pergi kesana. Lekas....!” Beng San tak dapat membantah dan ketika dia dengan gerakan ringan memanjat tebing, dia mendengar dibawah suhunya itu tertawa-tawa gembira. The Bok Nam menerima kedatangan Beng San dengan merengut. “Hemmmm, murid apa kau ini? kenapa begitu lama tidak muncul?” Beng San menjatuhkan diri berlutut. “The suhu, harap ampunkan teecu yang lama tidak datang karena teecu harus menghafalkan Im sin kiam dari Phoa Ti suhu.” Wajah yang muram itu menjadi terang. “Aha, kiranya sahabatku Phoa Ti juga sudah sadar dan insyaf. Siapa yang merampas kitabnya?” Diam-diam Beng San kagum juga. Tanpa melihat kakek ini sudah tahu bahwa Phoa Ti diserang orang dan dirampas kitabnya. “Hek hwa Kui bo yang merampasnya, suhu”. Lalu dia mence...
Ebook di dalam web ini di ambil dari berbagai sumber di internet, untuk menambah pengetahuan tentang komputer dan pemrograman komputer dan memberikan hiburan di waktu senggang dengan membaca cerita silat dan melestarikan cerita-cerita silat indonesia