Skip to main content

Posts

Raja Pedang 3 (Kho Ping Hoo)

Tin Siong menarik napas panjang merasa sayang bahwa ular yang seindah itu kulitnya terpaksa harus ia bunuh, Ular kembang macam ini enak dagingnya dan kulitnya akan laku mahal kalau dijual di kota, pikirnya. Ia teringat akan anaknya dan teringat akan kudanya yang sudah melarikan diri. Anaknya harus dicari lebih dahulu dan dengan pikiran ini pendekar itu lalu lari mengejar ke arah bayangan Kwa Hong tadi berkelebat. Sementara itu, Kwa Hong yang berlari-larian gembira telah berada dibagian yang paling gelap di hutan itu. Memang anak ini semenjak kecil paling senang kalau bermain-main didalam hutan. Semenjak kecil berdiam bersama ayahnya di hoa-san dan hutan besar boleh dibilang adalah tempat ia bermain-main. Akhir-akhir ini ketika ayahnya mengajak ia turun gunung, ia seringkali rindu kepada hutan-hutan besar, rindu kepada binatang-binatang hutan yang amat disayanginya, maka sekarang melihat hutan, tentu saja ia seperti seekor burung, tentu saja gembira sekali hatinya. Saking gembiranya ...

Raja Pedang _2 (Kho Ping Hoo)

“Hayo telan ini!” Siok Tin Cu memaksakan Beng San yang setengah pingsan itu membuka mulut lalu menjejalkan pil berbau busuk itu ke dalam mulut Beng San. Anak ini dalam kenekatannya, biarpun sudah pening dan setengah pingsan, hendak meludahkan keluar pil itu akan tetapi Siok Tin Cu menutup mulutnya dan mendorong pil itu dengan telunjuknya sampai ke tenggorokan Beng San. Akhirnya obat itu masuk ke dalam perut Beng San tanpa dapat dicegah lagi!. “Heh-heh-heh, hendak kulihat akibatnya.....” Siok Tin Cu menggerakkan tangan membebaskan totokannya dan Beng San roboh terduduk di atas tanah, menundukkan muka karena merasa masih pening dan nanar kepalanya. Ia meramkan matanya yang menjadi sempit karena pipinya membengkak besar di kanan kiri. Kasihan sekali anak ini, mukanya sampai menjadi seperti buah labu matang. Tiba-tiba Beng San menggerak-gerakkan kaki tangannya, kulit badannya makin lama makin merah sampai seperti udang rebus. Makin merah kulitnya makin tidak karuan tingkahnya, berkeloj...

Raja Pedang (Kho Ping Hoo)

“Lima warna membutakan mata.....!" Terdengar suara berat dan parau membaca doa. “Lima warna membutakan mata.....!" Menyusul suara nyaring tinggi, suara kanak-kanak yang berusaha keras menirukan nada suara pertama. “Lima bunyi menulikan telinga.....!" Kembali suara anak kecil tadi mengulang kata-kata itu. Suara ini saling susul dan selengkapnya diucapkan oleh suara parau ditiru suara anak kecil itu ujar-ujar lengkap dari kitab To-tek-keng seperti berikut : Lima warna membutakan mata, Lima bunyi menulikan telinga Lima rasa merusak mulut Mengejar kesenangan merusak pikiran, Barang berharga membuat kelakuan menjadi curang Inilah sebabnya orang budiman, Mengutamakan urusan perut, Tidak mempedulikan urusan mata, Ia pandai memilih ini membuang itu, Kalau suara-suara ini terdengar dari sebuah klenteng Agama To, hal itu tak perlu diperhatikan lagi karena memang lumrah kalau seorang tosu memberi pelajaran-pelajaran dari kitab To-tek-keng kepada anak muridnya. Atau seorang guru sas...
berikut ini file file yang aku simpan di internet dan fungsinya comport adalah komponen port yang di pergunakan untuk membuat program port serial dengan bahasa program dari delphi dapat di download di http://uploads.bizhat.com/file/97387 wordpress-2.3.2.tar.gz adalah source word press untuk linux dapat di download di http://uploads.bizhat.com/file/97388 wordpress-2.3.2.zip adalah source wordpress untuk windows dapat di download di http://uploads.bizhat.com/file/97389 KAHT adalah program untuk melihat atau melakukan aktifitas remote di komputer lain (harap jangan di salah gunakan) dapat di download di http://uploads.bizhat.com/file/97390 C-port adalah komponent yang fungsiya sama dengan comport dapat di download di http://uploads.bizhat.com/file/97391