Tin Siong menarik napas panjang merasa sayang bahwa ular yang seindah itu kulitnya terpaksa harus ia bunuh, Ular kembang macam ini enak dagingnya dan kulitnya akan laku mahal kalau dijual di kota, pikirnya. Ia teringat akan anaknya dan teringat akan kudanya yang sudah melarikan diri. Anaknya harus dicari lebih dahulu dan dengan pikiran ini pendekar itu lalu lari mengejar ke arah bayangan Kwa Hong tadi berkelebat. Sementara itu, Kwa Hong yang berlari-larian gembira telah berada dibagian yang paling gelap di hutan itu. Memang anak ini semenjak kecil paling senang kalau bermain-main didalam hutan. Semenjak kecil berdiam bersama ayahnya di hoa-san dan hutan besar boleh dibilang adalah tempat ia bermain-main. Akhir-akhir ini ketika ayahnya mengajak ia turun gunung, ia seringkali rindu kepada hutan-hutan besar, rindu kepada binatang-binatang hutan yang amat disayanginya, maka sekarang melihat hutan, tentu saja ia seperti seekor burung, tentu saja gembira sekali hatinya. Saking gembiranya ...
Ebook di dalam web ini di ambil dari berbagai sumber di internet, untuk menambah pengetahuan tentang komputer dan pemrograman komputer dan memberikan hiburan di waktu senggang dengan membaca cerita silat dan melestarikan cerita-cerita silat indonesia